MAKALAH GRATIS

makalah, artikel, buku, karya tulis, karya ilmiah, proposal dll

CARA MENGATASI PORNOAKSI, PORNOGRAFI DAN PENGARUH BUDAYA ASING

Posted by approrr on January 2, 2011

1. Mengatasi Pornografi dan Pornoaksi

Mencari Akar Masalah

Jika kita telusuri dengan cermat, masalah pornografi dan pornoaksi ini bukan sekadar masalah sosial, tetapi terkait dengan ideologi atau asas dari sistem kehidupan yang berlaku di negeri ini. Merajalelanya seks bebas, perkosaan atau pelecehan seksual lainnya, kekerasan dengan berbagai bentuknya, peredaran VCD porno dan bentuk pornografi atau pornoaksi lainnya, serta tindakan kriminal yang lainnya merupakan buah yang harus dipetik ketika Kapitalisme sekular menguasai dan menjadi sistem kehidupan masyarakat di Indonesia. Sistem kehidupan ini memisahkan agama dari kehidupan, sementara kebahagiaan diukur berdasarkan pada manfaat atau kenikmatan jasadi dan materi semata. Sistem ini menyandarkan diri pada nilai kemanusiaan yang semu dan menjadikan kebebasan (termasuk kebebasan berperilaku) di atas segalanya. Wajar jika pada akhirnya mengumbar aurat di tempat-tempat umum, pergaulan bebas tanpa batas yang dilakukan tanpa rasa berdosa, hamil di luar nikah, dan aborsi dianggap biasa; pelecehan seksual bahkan perkosaan (termasuk terhadap anak di bawah umur ataupun kerabat) sudah menjadi berita sehari-hari. Tampak jelas, sistem ini telah melahirkan aturan yang serba tidak jelas dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk aturan sosialnya atau pengaturan hubungan laki-laki dan perempuan. Lalu masihkah kita berharap pada sistem yang rusak ini ketika kita hendak memperbaiki kondisi umat?

Islam Solusi Satu-satunya

Berbeda halnya dengan sistem Kapitalisme-sekular, Islam yang menjadikan akidah Islam-Lâ Ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh-sebagai asas dan syariat Islam sebagai pijakannya memiliki sistem aturan yang sangat rinci dan sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan. Sistem aturan ini lahir dari Zat Yang Mahakuasa dan Mahatahu atas segala sesuatu. Karena itu, seluruh persoalan yang dihadapi makhluk-Nya dalam situasi dan kondisi apapun dapat diselesaikan dengan memuaskan tanpa ada pihak manapun yang dirugikan. Aturan-aturan tersebut senantiasa sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal manusia yang pada akhirnya akan menenteramkan jiwa manusia.

Islam telah mengatur sedemikian rinci hubungan laki-laki dengan perempuan, mulai dari pertemuan di antara keduanya, hubungan yang timbul sebagai implikasi dari adanya pertemuan/interaksi tersebut, hingga segala sesuatu yang terkait dengan hubungan tersebut. Mengapa Islam mengatur sedemikian detil hubungan laki-laki dan perempuan? Karena memang interaksi antara kedua jenis manusia ini sering menimbulkan berbagai problem, sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan manusia dewasa ini. Karena itu, diperlukan adanya aturan yang baku untuk mengaturnya agar terjadi ketenangan di antara keduanya ketika mengarungi kehidupan. Islam telah menjelaskan aturan ini secara rinci dalam An-Nizhâm al-Ijtimâ’i fî al-Islâm (Sistem Pergaulan dalam Islam). Dapat dipastikan, permasalahan pornografi dan pornoaksi yang telah sangat meresahkan masyarakat ini tidak akan membingungkan jika diserahkan kepada aturan/sistem pergaulan dalam Islam.

1. Siapa saja yang mengontrol pornografi

Cukup berasalan dengan dua pernyataan diatas bahwa hal ini telah menjadi momok tersendiri akibat Indonesia sudah dicap menjadi negara nomor dua sebagai “surga” pornografi setelah Rusia. Mengutip lagi seperti yang ada di wikipedia yang menyatakan bahwa:

Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi, disingkat RUU APP adalah suatu rancangan produk hukum yang diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada 14 Februari 2006. RUU yang berisi 11 bab dan 93 pasal pada rancangan pertamanya ini mengatur masalah pornografi dan pornoaksi di Indonesia. RUU ini dimaksudkan sebagai upaya mencegah berbagai bentuk kejahatan itu dalam kerangka menciptakan kehidupan yang bermoral.

2. Mencari kasus yang berdampak  (+) di perubahan social itu

Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang rnemberikan legalitas kebebasan pers, selain memberikan dampak positif, juga menimbulkan dampak negatif. “Kebebasan yang baru dibuka, ternyata diboncengi pula lahirnya media massa yang mengekspose dan mengeksploitasi seksualitas dan sensualitas perempuan sebagai komoditi perdagangan dalam industri teknologi komunikasi dan media massa,” ujar Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Pornografi dan Pornoaksi (AMAPP), Dra. Hj. Juniwati T. Masjchun Sofwan.

Televisi, radio, VCD, majalah, tabloid, buku bacaan, film party-line dan internet telah dijadikan saluran komunikasi bagi mereka yang mengejar keuntungan bisnis semata tanpa dibarengi rasa tanggungjawab moral dan susila, “Padahal kita ketahui, pornografi dan pornoaksi bukan saja sesuatu yang melanggar norma masyarakat dan agama, tapi juga merupakan bentuk kejahatan terhadap nilai kemanusiaan dan bentuk kekerasan eksploitasi di media massa. Akibatnya citra perempuan menjadi objek seks semata-mata,”

3. Jelaskan usaha-usaha yang perlu untuk mempertahankan budaya nasional dan budaya asing

Kegiatan melaksanakan pengelolaan kebudayaannasional dari budaya asing  meliputi :

(1). perlindungan; merawat, memelihara asset budaya agar tidak punah dan rusak disebabkan oleh manusia dan alam.

(2). pengembangan; melaksanakan penelitian, kajian laporan, pendalaman teori kebudayaan dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam penelitian.

(3). pemanfaatan; melaksanakan kegiatan pengemasan produk, bimbingan dan penyuluhan, kegiatan festival dan penyebaran informasi.

(4). pendokumentasian; melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang dilengkapi dengan foto dan audio visual.

Pengelolaan kekayaan budaya sebetulnya merupakan cara kita bagaimana budaya itu bisa kita pahami, kita lindungi dan lestarikan agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Hal ini terkait dengan citra, harkat, dan martabat bangsa. Ketika pengelolaan kekayaan budaya dikelola dengan baik, maka akan muncul suatu keterjaminan, kelestarian dan Kekokohan akan budaya bangsa kita.
Rekomendasi

4. Tentang kehidupan remaja yang di pengaruhi oleh budaya asing

Generasi muda memiliki semangat yang tinggi dalam aktivitas yang mereka gemari. Mereka memiliki energi yang besar, yang dicurahkannya pada bidang tertentu, ide-ide kreatif terus bermunculan dari pikiran mereka, walaupun pada sebagian remaja tidak terlihat hal ini. Selain potensi yang besar, generasi muda terutama remaja juga memiliki rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Untuk menuntaskan rasa ingin tahunya, mereka cenderung menggunakan metode coba-coba. Jika kurang berhati-hati, penggunaan metode ini sangat merugikan, karena yang di coba belum tentu sesuatu yang baik.

Hal ini juga terjadi pada saat budaya barat masuk kedalam kehidupan remaja. Sebagai sesuatu yang asing dan baru, budaya ini menarik perhatian mereka. Sebagai contoh, ketika berkembang system belajar yang menyenangkan atau disebut Quantum Learning, remaja cenderung mencoba hal tersebut. Namun hal ini tidak terbatas hanya pada budaya yang bersifat positif, tapi juga pada budaya negatif.

Misalnya, ketika berkembang budaya “clubbing” di kota-kota besar, sebagian besar remaja marasa tertarik untuk mencoba, sehingga ketika sudah merasakan kelebihannya, perbuatan itu terus dilakukan. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari peran keluarga dalam membimbing remaja dalam menjalani masa yang sangat sulit ini. peran keluarga ini akan dijelaskan pada subbab selanjutnya.

Klik Disini Kalo mau filenya lengkapnya  dalam bentuk Ms Word

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: